Click here for free traffic

GRATIS.. !! TES LEMAK

Produk

Monday, November 8, 2010


  • Minuman bergizi tinggi terbukti efektif sebagai pengganti makan/nasi dan lauk pauk, menghilangkan rasa lapar.
  • Membuat kenyang,dan berenergi.
  • Mengandung Vitamin penting, dan Mineral.
  • Tinggi Protein Kedelai dan serat , rendah lemak.
  • Baik untuk pencernaan, menyerap nutrisi lebih optimal
  • Mengandung Anti-Oxidant yang mengurangi/memperlambat proses penuaan sel-sel tubuh (Anti Aging).
  • Diolah secara khusus dengan campuran bahan alami yang unik, menyatu dengan makanan anda sehingga tubuh anda menyerap lemak lebih sedikit.
  • Pembakar lemak baik untuk selulit, terutama perut, pinggang, pinggul.


Ukur Risiko Diabetes Anda

Kompas - Sabtu, 17 Juli

Ukur Risiko Diabetes Anda!

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut Dr. A.B. Wardoyo, Sp.PD, dari RS Internasional Bintaro, Tangerang, diabetes melitus (DM) tipe-2 terjadi bila tubuh tak mampu memproduksi insulin atau menggunakannya.

Dalam jangka lama, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan jantung, ginjal, stroke, kebutaan, atau luka membusuk yang harus diamputasi. Bila ingin tahu apakah Anda termasuk berisiko, jawab pertanyaan di bawah ini dan jumlahkan nilai-nilainya! 1. Apakah Anda biasa gerak badan sedikitnya 30 menit setiap hari? • Ya = 0 • Tidak = 2

2. Apakah ada anggota keluarga Anda yang diabetes? • Tidak ada = 0 • Keluarga jauh (kakek/nenek, paman/bibi, sepupu) = 2 • Keluarga dekat (ayah/ibu, saudara kandung) = 4 3. Seberapa panjang lingkar pinggang Anda? Bila Anda pria: • Kurang dari 94 cm = 0 • Jika 94-102 cm = 1 • Lebih dari 102 cm = 2 Bila Anda wanita: • Kurang dari 80 cm = 0 • Bila 80-88 cm = 1 • Lebih dari 88 cm = 2

Setelah dijumlahkan, bila nilai Anda 4 atau kurang, artinya baik. Bila 5 atau lebih, artinya Anda berisiko tinggi. Segera berkonsultasi dengan dokter! @ tok

Sumber : Kompas.com

Protein Penyempurna otot

KOMPAS.com — Usaha Anda untuk membangun otot di pusat kebugaran tidak akan optimal jika tidak dibarengi dengan asupan nutrisi yang tepat. Tentu saja Anda membutuhkan asupan yang tidak hanya menjaga kesehatan, tapi juga membantu mengembangkan dan membangun otot. Apa saja yang diperlukan?

Pria Asia memiliki persentasi kandungan lemak tubuh yang lebih tinggi dibandingkan pria Eropa. Oleh karena itu, mereka butuh latihan dengan kualitas yang cukup untuk pembentukan otot. Selain latihan beban, diperlukan juga nutrisi yang tepat untuk memfasilitasi pembakaran lemak dan pembentukan otot.

Ada sekitar 650 otot yang membentuk tubuh untuk bergerak. Otot terdiri dari serat yang dapat berkontraksi sehingga mampu memanjang dan memendek untuk menghasilkan gerakan. Otot sendiri tersusun dari protein. Oleh karena itu, kalau ingin membentuk tubuh, sudah tentu dibutuhkan protein yang lebih banyak dibanding mereka yang normal.

"Agar protein bisa masuk dan diserap, perlu dibantu dengan berbagai macam nutrisi, seperti L-karnitin untuk pembakaran lemak, kreatin untuk pembentukan otot, asam amino, dan vitamin B-kompleks untuk membantu metabolisme asam amino," kata Susana, MSc, Head of Division Nutrifood Research Center.

Kebutuhan protein untuk pembentukan otot sekitar 1,5-2 gram per kilogram berat badan. Jadi, jika berat badan Anda 60 kg, maka Anda membutuhkan 90 gram protein. Jumlah ini tentu tidak bisa dicukupi dari makanan sehari-hari dan perlu dibantu dengan tambahan suplemen tinggi protein.

"Protein sebenarnya bisa kita dapatkan dari telur, daging ayam, susu, atau daging sapi. Namun, pada umumnya, bahan makanan itu juga mengandung lemak yang cukup tinggi," papar Susana.

Selain protein, pastikan tubuh Anda memiliki kadar antioksidan yang tinggi. "Saat olahraga, makin banyak radikal bebas yang dilepaskan tubuh. Karena itu, konsumsi juga makanan sumber antioksidan, seperti sayur dan buah," paparnya.

Saat ini banyak beredar produk suplemen pembentuk otot. Sebelum memutuskan membeli, pastikan produk yang dipilih mendapat izin dari badan berwenang. "Hindari menggunakan cara instan tetapi memiliki efek samping berbahaya, seperti menyuntikkan steroid," katanya.

Sumber : Kompas.com

Jurus Ampuh Atasi Perut Buncit

Jurus Ampuh Atasi Perut Buncit

VIVAnews

By Petti Lubis, Freddy Wally - Jumat, 16 Juli

Pria berperut buncit

VIVAnews - Salah satu keluhan yang sering dialami pria selain obesitas berlebih adalah perut yang membuncit. Tak hanya bisa dialami pria gemuk, keluhan ini juga dapat terjadi pada pria berpostur kurus, terutama yang memiliki hobi makan serta ngemil. Biasanya kasus semacam ini terjadi saat pria memasuki usia produktif dengan intensitas pekerjaan yang menyita waktu.

"Umumnya, perut buncit itu terjadi karena pola makan tidak teratur. Inilah yang sering dialami pria pekerja yang hobi makan, terutama saat stres, namun tidak diimbangi dengan olahraga teratur", kata Susana, STP, MSc, PD.Eng, Head of Nutrifood Research Center Division yang ditemui VIVAnews baru-baru ini di Jakarta.

Susana juga mengungkapkan kalau kebiasaan pria Indonesia yang mengonsumsi karbohidrat, seperti nasi terlalu berlebihan saat makan merupakan salah satu pemicu timbulnya perut buncit. "Takaran nasi yang sangat banyak dengan lauk sedikit akhirnya akan memicu perut buncit karena asupan karbohidrat yang di luar kapasitas. Nantinya ini akan jadi lemak karbohidrat", ujar Susana lagi.

Selain harus menghindari konsumsi karbohidrat berlebih, pria dengan masalah perut buncit juga disarankan untuk menghindari makanan digoreng. "Saya kira memilih makanan dipanggang, dibakar dan dikukus lebih baik daripada makanan yang melalui proses penggorengan. Karena, dalam minyak terkandung banyak lemak yang akan menumpuk dalam tubuh", kata Susana.

Susana menambahkan, untuk menghindari penyakit kanker dari makanan dibakar, sebaiknya sebelum diproses pembakaran, setidaknya daging atau makanan lain direbus terlebih dulu. Sebab, daging yang akan dibakar jadi lebih cepat matang dan tidak terlalu gosong.

Ketika disinggung soal hobi ngemil yang kerap dilakukan pria perkotaan saat sedang stres, menurut Susana, itu hal yang wajar dan tidak dilarang. "Asal ngemilnya harus sehat dan tidak asal ngemil. Ngemil sehat antara lain, mengemil sereal atau potongan buah", ujarnya.

Dengan tips yang diberikannya, Susana juga mengungkapkan kalau porsi makan sehat juga harus diimbangi dengan pola olahraga teratur. "Setidaknya bila pola makan sudah dijaga, olahraga seperti kardio atau lari harus rutin juga dilakukan 30 menit sehari minimal agar perut buncit bisa kembali rata", kata Susana lagi.

Sumber : Viva News.

FAQ

FAQ
Program apa ?
Program ini makanan bergizi tinggi, protein tinggi.
Perlu diet ?
Program ini bukan mengurangi makan, tapi mengganti makan dengan makanan bergizi tinggi, protein tinggi. Anda tetap dapat menikmati makanan favorit kesukaan Anda setiap hari.
Siapa yang dapat konsumsi ?
Produk program ini dari sayur dan buah, dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan dewasa.
Tidak ada efek samping.
Harus olah raga ?
Program ini dapat diikuti tanpa olah raga.
Cara pengiriman ?
Paket produk dikirim dengan tiki/jne.
Tarif Jasa pengiriman Tiki bisa dilihat , di www.tiki-online.com, dan di www.jne.co.id/